21 Februari 2012

Penyesalan Terbesar Dalam Hidup


Pertemuan pertama yang tidak akan pernah terlupakan. Rumah besar berpagar biru itu menjadi saksi aku pertama kali bertemu dia, seorang wanita  mungil yang cantik. Matanya yang indah plus senyum pasta giginya yang menyejukkan hati sangat sulit dilupakan. Selain secara fisik, dia juga cantik dari dalam. Sikapnya ramah dan baik. Walaupun dia tahu banyak yang menyukainya, dia tidak pernah bersikap sombong, selalu bersikap ramah dan sewajarnya pada laki-laki manapun.
Setelah beberapa waktu, yang paling membuatku senang adalah dia terlihat seperti menyukaiku. Beberapa kali bertemu dengannya,  dalam suatu pertemuan dengan teman-teman lainnya, aku selalu mendapatinya diam-diam memandangku (aku tahu karena aku juga melakukan hal yang sama terhadapnya). Sikapnya pun lebih ramah dan perhatian padaku. Beberapa teman mendorongku unutk mendekatinya. Tapi entah kenapa aku tidak pernah bisa mengungkapkan perasaanku padanya. Aku menganggapnya terlalu “tinggi” untuk jadi milikku. Akhirnya aku pun hanya memendam perasaanku.
Sampai aku tau akhirnya dia punya pacar, baru akhirnya aku merasa harus mendapatkannya. Aku merasa tidak rela. Tapi yang terjadi, aku malah dianggap pengganggu dan dia tidak mau bertemu denganku. Beberapa waktu setelah itu, aku bertemu saudara perempuannya. Aku menanyakan hubungannya dengan pria itu. Ternyata dia sudah putus. Laki-laki itu bukan orang yang baik, senang memaksakan kehendak. Sebenarnya pada waktu yang lalu, dia memang menyukaiku. Tapi karena aku tidak pernah mengungkap perasaanku, dia beralih kepada orang lain.
Sekarang dia sudah mendapatkan seorang pendamping yang baik.  Terakhir aku bertemu dengannya di pernikahan seorang teman, dia masih melirikku secara diam-diam (sekali lagi, karena aku juga masih melakukan hal yang sama). Sampai sekarang aku masih meyesalinya. Aku begitu takut ditolak sampai tidak berani mengungkapkan cintaku. Tanpa mengatakannya aku sudah PASTI TIDAK mendapatkannya. Seandainya aku mengatakan cinta dan ditolak, paling hanya merasa hampa sebentar, tidak seperti sekarang. Yang paling membuahkan penyesalan terdalam adalah bahwa SEBENARNYA DIA MAU MENJADI PACARKU.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar