22 Desember 2012

Saat Buruh Memiliki Partai



Demo buruh kerap kali terjadi, turun kejalan dan seringkali memacetkan.  Suara tuntutan buruh beradu dengan raungan mesin kendaraan yang terpaksa ikut antre dijalan, menebar polusi suara dan udara. Pengguna jalan mengeluh? Tidak juga. Sebagian dari mereka juga buruh yang pastinya juga memiliki tujuan yang sama dengan rekan mereka yang berdemo, memiliki system ketenagakerjaan yang lebih baik.

Saat ini buruh seolah tidak punya pilihan. System kerja outsourching seperti memangkas hak mereka. Hak dapat jaminan kehidupan yang lebih baik. Jangan heran kalau akhirnya mereka membuat pilihan sendiri. Turun kejalan menuntut pemerintah yang membuat peraturan tanpa dipikirkan. Menurunkan massa dalam jumlah besar pernah berhasil mengalahkan pemerintah. Tapi alangkah baiknya, buruh memiliki wadah yang lebih berpengaruh dan lebih “ramah”. Bukan berarti serikat buruh tidak berpengaruh, tapi politisasi pemerintah lebih baik dilawan dengan politisasi juga. Memiliki partai untuk buruh .

Memiliki partai untuk buruh yang kuat di negeri yang penuh politisasi sangat susah, kecuali didukung penuh  oleh elemen buruh itu sendiri. sudah lama di negeri ini tidak ada partai yang benar-benar memikirkan buruh. Semua seolah berpikir untuk keuntungan pribadi. Seandainya benar terjadi, buruh memiliki partai yang kuat. Memiliki 50% + 1 saja kursi parlemen, mungkin negeri ini akan mempunyai bukan hanya system ketenagakerjaan , tapi juga system ketatanegaraan yang baik.

Saat rakyat benar-benar ada di dewan perwakilannya, saat itulah Negara akan menjadi alat yang benar untuk meningkatkan kesejahteraan rakyatnya. Bukan sebaliknya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar